Welcome Letter
Langkah Kecil
di Jejak yang Besar
✦ Sa'd bin Abi Waqqas pergi sejauh Cina.
✦ Bilal bin Rabbah menetap di Syam.
✦ Abu Ayyub al-Ansari wafat di tepi benteng Konstantinopel.
✦ Abdullah bin Umar berdakwah hingga Iraq.
Satu demi satu, para sahabat Rasulullah ﷺ meninggalkan Makkah dan Madinah, tanah paling suci di muka bumi.
Kenapa mereka malah pergi?
Apakah mereka tidak tahu keutamaan tanah haram?
Di sana, setiap shalat bisa bernilai seribu hingga seratus ribu kali lipat.
Tentu, mereka tahu, mereka sadar, tapi kenapa mereka tetap pergi?
Karena mereka menyadari, nilai hidup bukan hanya dihitung dari seberapa banyak ibadah yang dikerjakan,
melainkan dari seberapa besar kebaikan itu menyebar dan memberi arti bagi hidup orang lain.
"Mereka bisa memilih untuk tinggal. Tapi mereka memilih untuk berjalan di jalan dakwah.
Karena ada satu hal yang lebih berharga dari kenyamanan ibadah adalah
ketika satu manusia menemukan Rabbnya…
karena dakwah.
Dan kalau mau berhitung tentang pahala, sungguh pahala dakwah itu jauh berkali-kali lipat,
lebih dari seribu atau seratus ribu kali lipat.
Dan di zaman ini, di tengah dunia yang penuh distraksi, kita tidak lagi membawa Quran dengan unta dan peluh,
tapi dengan satu klik, satu bait narasi, satu konten yang menghidupkan hati.
quranreview
lahir dari semangat itu
Untuk meneruskan langkah yang besar, dengan cara yang paling dekat dengan zaman.
Agar generasi ini tidak hanya bisa membaca, tapi mencintai, memahami, dan hidup bersama Quran.
Selamat datang di quranreview
Kita tidak tahu siapa yang akan berubah karena satu kontenmu,
tapi kita tahu:
setiap yang kita niatkan untuk Allah…
takkan pernah sia-sia.
Bersiaplah, langkah kita mungkin kecil,
tapi ketahuilah kita sedang menjejak pada visi yang besar.
stay close with Quran
— quranreview's founder —
Our Vision
We imagine a time when the Quran feels close to every heart,
deeply lived, quietly loved,
and meaningfully reflected in daily life.
Behind The Vision
Makna di Balik Visi Ini
Visi ini bukan sekadar kalimat indah. Ia adalah arah perjalanan kita.
"We imagine a time..."
Kita sedang membayangkan sebuah masa. Masa depan ini belum terjadi sepenuhnya, tapi kita meyakini bahwa ia mungkin. Dan justru karena belum terwujud, kita hadir untuk mewujudkankan—bi idznillah.
quranreview berdiri dengan keyakinan bahwa masa depan bisa diarahkan. Dan arah yang kita tuju adalah kehidupan yang dipenuhi Al-Quran.
"...when the Quran feels close to every heart."
Quran bukan hanya untuk dihafal, diperlombakan, atau dijadikan dekorasi rumah. Quran harus terasa dekat, secara emosional dan spiritual.
- ● Ia harus bisa bicara pada luka kita.
- ● Ia harus bisa menguatkan orang yang sedang ingin menyerah.
- ● Ia harus bisa menjadi teman pulang, di saat dunia terasa asing.
Kita ingin setiap orang merasa bahwa Al Quran sedang menyapanya. Bukan hanya ulama, tapi semua yang sedang mencari arah.
"Deeply lived."
Quran tidak sekadar dipelajari, tapi juga menjadi cara hidup. Nilainya menyatu dalam cara kita bicara, memilih, berpikir, dan bermuamalah. Kita ingin hidup yang Qurani terasa nyata, bukan utopis.
Kita bantu menjembatani, agar Quran bisa menjadi jalan diri untuk transformasi, bukan hanya sekedar informasi.
"Quietly loved."
Cinta sejati seringkali tidak banyak bicara. Ia tenang, dalam, dan konsisten. Begitu pula cinta pada Al Quran. Kita tidak ingin menciptakan kegemparan sesaat, viral sebentar, tapi menumbuhkan kecintaan yang bertahan lama.
Seperti seseorang yang kembali membuka mushafnya di malam sunyi, karena rindu akan rasa tenang itu lagi.
quranreview berusaha menumbuhkan cinta yang sederhana, namun akarnya kuat dalam ke relung hati.
"Meaningfully reflected in daily life."
Quran tidak hadir untuk disimpan di rak. Ia diturunkan agar mewarnai hari-hari: dalam pilihan kerja, cara mendidik anak, bagaimana kita menghadapi kesulitan, hingga bagaimana kita berharap dan berdoa.
Setiap ayat bukan sekadar bacaan, tapi bahan renungan yang membentuk pilihan hidup.
Dalam Bahasa yang Lebih Dekat
Kami memimpikan sebuah masa,
di mana Quran tidak lagi terasa jauh.
Ia hidup dalam jiwa,
dicintai dengan tenang,
dan menjadi nafas dalam keseharian.
quranreview hadir untuk menjadi jembatan menuju masa itu.
Dan kita semua, tim yang bekerja di dalamnya, adalah bagian dari upaya mewujudkannya,
in syaa Allah.