The 3 AM bagiku adalah buku perjalanan batin menyusuri Surah Al-Muzzammil, ayat demi ayat,
dengan kacamata manusia yang lelah, gelisah, dan sedang mencari pegangan. Surah yang sejak awal
tidak datang dengan tuntutan keras, melainkan sapaan lembut kepada jiwa yang sedang berselimut beban.
Di dalam buku ini, Al-Qurโan tidak dibaca sebagai teks jauh di langit, melainkan sebagai percakapan dekat
antara Allah dan hamba-Nya. Ayat-ayat tentang bangun malam, sabar, tawakal, hijrah batin, hingga gambaran
dahsyat Hari Kiamat dirangkai dengan refleksi kehidupan nyata: tentang lelah bekerja, konflik relasi,
rasa mentok, kehilangan kendali, ketakutan, dan harapan yang nyaris padam.
Buku ini mengajak pembaca memahami satu hal penting: bahwa pertumbuhan iman sering kali tidak dimulai dari
menambah banyak hal, melainkan dari berhenti sejenak, menata ulang, dan menyerahkan yang tak mampu kita pikul
sendirian. Dan bahwa, bangun di malam hari bukan soal kuatnya tubuh, melainkan kejujuran hati yang ingin kembali utuh.
Ditulis dengan bahasa yang hangat, reflektif, dan membumi, The 3 AM cocok dibaca perlahan. Ia tidak mengejar pembaca
untuk cepat selesai, karena memang tidak ditujukan untuk sekali duduk. Buku ini lebih mirip teman duduk di sampingmu,
di jam sunyi, saat kamu bertanya dalam hati: โSebenarnya, apa yang sedang Allah ajarkan padaku?โ
Berisikan dari 20 bab yang membahas masing-masing ayat yang ada dalam Surah Al-Muzzammil. Dikemas dengan ilustrasi
dan full color, ada night activity booknya. Semoga bisa menambah kenyamanan dalam mentadabburi Al-Qurโan.